Pusat Gempa Ciamis Berada di Sisi Dalam Lempeng Eurasia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 25 Juli 2015, 08:49 WIB
Pusat Gempa Ciamis Berada di Sisi Dalam Lempeng Eurasia
ilustrasi/net
rmol news logo . Pusat gempa dengan kekuatan 5,7 skala richter di Ciamis bukan berada di jalur subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia, tetapi berada di sisi dalam lempeng Eurasia.

"Wilayah selatan Pulau Jawa adalah daerah rawan gempa dan tsunami," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 24/7).

Sutopo menjelaskan, aktifnya jalur subduksi tersebut bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah Timur Laut-Utara. Potensi gempa maksimum di Jawa Megathrust di selatan Jawa sekitar 8,1 sampai dengan 8,2 SR.

"Dari Selat Sunda hingga Bali sepanjang jalur Jawa Megthrust tersebut baru di selatan Pangandaran (7,8 SR, tahun 2006) dan selatan Banyuwangi (7,8 SR, 1994) yang pernah terjadi gempa besar dan tsunami dalam kurun waktu 165 tahun terakhir," jelas Sutopo, sambil menjelaskan bahwa gampa pagi ini tidak berpotensi tsunami.

Daerah lainnya, sambung Sutopo, tidak ada catatan sejarah gempa besar dan dinyatakan sebagai seismic gap. Dia pun mengingatkan, upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah selatan Jawa harus ditingkatkan terus menerus karena memang wilayah tersebut rawan gempa dan tsunami. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA