Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, menyarankan pengelola jalan tol tidak lagi menggunakan sistim pembayaran dengan uang tunai. Sistim pembayaran seperti ini menjadi salah satu penyebab timbulnya kemacetan akibat antre yang cukup panjang.
"Sebaiknya, pembayaran untuk masuk ruas tol sudah harus menggunakan transponder yang terkait dengan rekening pemilik mobil," ujar Edison dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (22/7).
Menurut dia, alat transponder bisa dipasang pada kaca depan setiap kendaraan. Alat tersebut berfungsi mencatat kemudian secara otomatis rekening langsung didebit untuk setiap penggunaan jalan tol.
"Sistem pembayaran dengan uang tunai saat kendaraan masuk tol juga tidak efektif. Kalau sistim ini terus digunakan tidak akan ada bedanya," imbuh Edison.
Dari pantauan ITW, dikatakan dia, musim mudik lebaran tahun ini terjadi kemacetan yang luar biasa di semua pintu masuk dan keluar jalan tol.
Pada H-2 hari raya Idul Fitri, kemacetan misalnya terjadi di Tol Cipali. Kendaraan sudah mengular hingga 8 kilometer saat menjelang pintu keluar Tol Palimanan.
Kejadian serupa juga terjadi menjelang pintu masuk Tol Cikopo. Kendaraan pemudik yang hendak masuk ke jalan tol sepanjang 116,75 Km itu harus lebih dulu merayap hingga 5 Km.
"Mau masuk ke Tol Cipali harus antre hingga lima kilometer. Anehnya tidak ada upaya pengelola untuk mencairkan kemacetan saat menjelang pintu masuk dan keluar," ujar Edison.
Kemacetan hebat juga terjadi menjelang pintu masuk tol Pejagan-Kanci yang berada di daerah Brebes, Jawa Tengah. Tidak hanya menjelang pintu masuk, kemacetan juga terjadi dari arah sebaliknya. Begitu juga pintu masuk dan keluar jalan Tol menuju Bandung, Jawa Barat.
[dem]
BERITA TERKAIT: