Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, dilihat dari aspek urgensi, jabatan wakil panglima TNI kontribusinya terhadaporganisasi tidak terlalu besar.
"Berdasarkan pengalaman dulu (masa Presiden Gus Dur), kontribusinya sangat kecil," sebut Muhadjir saat dihubungi redaksi, Selasa (23/6).
Apalagi, kata dia, KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dicalonkan Presiden Jokowi sebagai panglima TNI kemampuannya sangat memadai, sehingga diyakini tidak akan ada kompetisi apalagi memunculkan matahari kembar.
"Jadi, dari segi urgensi dan kapasitas, ini (wakil panglima TNI) tidak perlu. Ini hanya sebatas aksesoris saja pelengkap penderita," demikian Muhadjir.
[rus]
BERITA TERKAIT: