Daripada Dipenjara karena Dana Aspirasi, Effendi Simbolon Lebih Baik Dipecat PDIP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 18 Juni 2015, 17:21 WIB
Daripada Dipenjara karena Dana Aspirasi, Effendi Simbolon Lebih Baik Dipecat PDIP
effendi simbolon
rmol news logo Anggota DPR Effendi Simbolon menilai usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dana aspirasi tidak masuk akal jika dilaksanakan DPR RI.

Ia berpandangan dana aspirasi yang dialokasikan sebesar Rp 20 miliar per anggota dewan merupakan tupoksi pemerintah sebagai eksekutor, sementara tugas DPR hanya sebatas pengawasan.

"Saya kira logikanya dari mana ya? Karena DPR ini kan bukan eksekutor pembangunan, kami hanya mengawasi pemerintah sebagai eksekutor pembangunan. Tak ada dalam tupoksinya, parlemen ikut 'menggunting pita' proyek infrastruktur. Saya pribadi tak setuju dana aspirasi ini," ujar Effendi dalam diskusi di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Kamis, 18/6).

Anggota Komisi I DPR RI ini mengaku siap di-PAW (pergantian antar waktu) oleh PDIP lantaran menolak usulan dana aspirasi yang sudah mendapat dukungan dari partainya. Selain belum ada kejelasan, ia mengatakan bahwa dana ini rentan akan tindak pelanggaran.

"Nggak apa deh di-PAW. Ini harus dijelaskan secara transparan dulu, saya sudah 50 tahun lebih, nggak mau saya masuk penjara (karena korupsi dana aspirasi)," tandas Effendi Simbolon. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA