Politisi PDIP Kian Melejit Jelang Pilkada Dumai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 12 Juni 2015, 05:15 WIB
Politisi PDIP Kian Melejit Jelang Pilkada Dumai
ilustrasi/net
rmol news logo . Sosialisasi pemilihan kepala daerah Dumai pada Desember yang dilakukan oleh KPU masih belum optimal. Terbukti, hanya 41,8 persen masyarakat Dumai yang tahu akan ada Pilkada.

Demikian hasil survei Lensa Survei Demokrasi Indonesia ( LSDI). Terkait dengan sosok calo walikota, LSDI menemukan fakta bahwa mayoritas warga Dumai, atau sekitar 52,9 persen, mencap Zulkipli AS memiliki persoalan hukum. Cap yang sama diberikana 36,5 persen warga kepada Khairul Anwar. Sementara bakal calon Walikota Dumai yang dianggap bersih adalah Agus Widayat dan Sunaryo.

"Masih ada persaingan antar calon karena Agus Widayat tidak menang mutlak dan rentan turun jika ia dan tim kampanye Tidak rajin turun ke masyarakat . Untuk mengimbangi Agus Widayat diperlukan tokoh yang dapat mempersatukan kekuatan. Berikutnya, pemilih yang belum menentukan sangat berpengaruh terhadap pemenangan Pilwako Dumai mendatang," kata Gatrik Laksono dari LSDI dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 12/6).

LSDI juga menemukan fakta bahwa elektabilitas Tito Gito dari PDIP menyaingi calon petahana Khairul Saleh dan mantan Walikota Dumai Zulkipli AS. Perlahan namun pasti, tingkat elektabilitas Tito meningkat dan bisa dikatakan salah satu yang layak menyaingi Agus Widayat yang memiliki elektabilitas tertinggi dari semua Bakal Calon Walikota Dumai.

Dari hasil surveinya, elektabilitas Tito Gito mencapai 18,9 persen, atau di posisi nomor dua setelah petahana Wakil Walikota Dumai dengan 29,2 persen. Posisi ketiga ada nama Walikota Dumai Khairul Saleh dengan 12,6 persen, diikuti Zulkipli AS yang mencapai 6,8 persen. Sedangkan elektabilitas Wakil DPRD Provinsi Riau Sunaryo sebesar 9,6 persen dan M.Iksan yang berasal dari kalangan akedemisi yang bakal maju dari PKS memiliki tingkat elektabilitas sebesar 5,4 persen.

"Terakhir, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Dumai Zainal Abidin memiliki elektabilitas 4,8 persen Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voter sebesar 12,7 persen," tambahnya.

Tidak hanya elektabilitas, dari segi popularitas nama Tito Gito juga cukup tinggi karena mencapai 70 persen responden mengatahuinya.

Dijelaskan Gatrik, meningkatnya elektabilitas dan popularitas Tito Gito tidak lepas dari sosialisasi yang selama ini didengungkan baik melalui media mainstream dan sosialisasi langsung ke masyarakat oleh kader PDIP dan pengaruh kemenangan PDIP dalam Pileg juga Pilpres 2014. Publik menganggap jika Tito Gito terpilih akan bisa mensinergikan pembangunan Kota Dumai dengan Rencana Pembangunan dari pemerintah pusat yang dipimpin oleh Jokowi yang berlatar belakang sama Dengan Tito.

"Tak hanya itu, pengaruh tingginya elektabilitas Tito juga tak lepas dari pendeklarasiannya sebagai calon walikota Dumai dari PDIP," ungkapnya.

Dijelaskan Gatrik, Survei ini dilakukan oleh Lembaga Survei Demokrasi Indonesia ini berlangsung 8-23 Mei 2015 dengan menggunakan teknik multistage random sampling terhadap 850 responden yang mewakili penduduk Kota yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah dari total penduduk keseluruhan sebanyak 280.027 penduduk dan tingkat kesalahan sekitar 3,36 persen. Tingkat kepecayaan survei ini 95 persen. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA