"Terima kasih Pak Ical sudah datang untuk pengarahan. Terima kasih atas kehadirannya, kita butuh arahan ketum terutama menyangkut kepartaian dan beberapa program legislasi," ungkapnya dalam acara yang digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 4/6).
Kata Akom, begitu ia disapa, Fraksi Golkar beranggapan bahwa revisi UU Pilkada bukan hanya penting bagi Golkar, tetapi bagi semua partai. Apalagi jika nantinya partai tersebut bersengketa.
"Revisi UU pilkada penting bukan hanya karena persoalan yang dihadapi Golkar dan PPP. Tapi konten UU itu yang dahulu mungkin ada kelupaan satu pasal, maka dari itu penting satu pasal soal parpol yang bersengketa itu dimasukkan," lanjut Ade.
Dalam pertemuan ini hadir seluruh anggota Fraksi Golkar, Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua MPR Mahyudin, dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.
[ysa]
BERITA TERKAIT: