"Fenomena beras impor tidak lain dan tak terlepas karena lahannya untuk kebun sawit. Tidak ada diversifikasi pangan, pertanian rakyat tidak tumbuh," kata Direktur Kajian Walhi Pius Ginting dalam diskusi 'Hutan Indonesia di Persimpangan Nawacita' yang digelar Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta (Minggu, 31/5).
Menurutnya, selain menimpa lahan hutan, ekpolitasi sumber daya alam berlebihan juga terjadi di sektor tambang. Akibatnya, lahan milik masyarakat terdegradasi dengan kepentingan usaha pertambangan.
"Kita lihat Kementerian Bappenas, pada akhirnya tampaknya Jokowi tetap mendukung pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah. Satu sisi kurangi moratorium hutan tapi bangun rel kereta," jelas Pius.
Dia memastikan, semakin banyak lahan hutan yang dibuka bakal mengancam kehidupan masyarakat sendiri.
"Hutan dibuka padahal masyarakat hidup dengan berburu dan bertani. Akibatnya makin termarjinalkan dengan ekspolitasi batu bara lewat kerata api itu," demikian Pius.
[wah]
BERITA TERKAIT: