Korban ditemukan tewas gantung diri menggunakan sabuk karate di ruang tengah rumahnya.
Informasi dihimpun, korban pertama kali ditemukan istrinya sepulang mengantarkan anaknya ke sekolah.
Awalnya, istri korban curiga karena pintu rumah tertutup. Kecurigaan istri korban bertambah, saat ia mengetuk pintu dan tak kunjung dibuka.
Selanjutnya, istri korban meminta bantuan penghuni asrama sekitar untuk mendobrak pintu rumahnya. Saat didobrak, ia menemukan korban telah gantung diri di ruang tengah.
"Istrinya pertama kali yang menemukan korban gantung diri," kata seorang penghuni asrama seperti dikabarkan
MedanBagus.com.
Ia tidak menyangka korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
"Setahu kami orangnya baik dan sosok yang sederhana. Rajin beribadah ke masjid dan tidak pernah tinggal shalat berjamaah ke masjid serta kerap mengaji selepas Shalat Magrib atau Isya," katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia AKP Hendrik Temaluru mengaku belum mendapatkan informasi adanya oknum TNI yang tewas gantung diri di wilayah hukumnya.
"Saya belum dapat informasi, tadi kawan-kawan media juga bertanya tentang kronologis adanya TNI yang gantung diri dan saya sampaikan belum tahu dan tak ada laporan yang masuk," pungkasnya.
[rus/mbc]
BERITA TERKAIT: