"Kalau pembangunan itu tidak dalam posisi yang sama, yang satu level, dan satu tingkat kapal tidak bisa bersandar, misalnya yang bagus hanya di Tanjung Priok, Tanjung Perak ya kapal kita yang gede hanya bisa bersandar di dua pelabuhan itu, nggak ada artinya," kata Presiden dilansir
setkab.go.id, Minggu (24/5).
Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, dari barat ke tengah ke timur pelabuhannya harus sama, luasnya juga mirip, fasilitasnya juga sama persis, sehingga itu nanti akan dioperasikan dalam satu sistem bisa masuk dari mana-mana saja.
"Negara lain juga begitu, ada sistem transportasi, sistem logistik, itu dikendalikan dalam satu tempat sehingga nanti biaya transportasi, biaya logistik semuanya akan jatuh," terangnya.
Presiden meyakini, jika itu bisa diwujudkan maka bisa dilihat 3-4 tahun lagi pasti akan seperti itu sehingga harga-harga di masyarakat akan menjadi murah semua, karena biaya transportasi Indonesia mahal sekali sekitar 2,5- 3 x lipat dibanding negara tetangga.
Menurut Presiden, pengaturan pelabuhan-pelabuhan itu akan menggunakan sistem nasional dalam satu sistem.
"Kalau sudah online apalagi 1 tempat, 1 ruangan, jadi misalnya ada 1 kapal A berlayar dari Kuala Tanjung isinya berapa, berapa kontainer ya misalnya 1 kontainer 20-30 freight turun di Jakarta berapa sudah dicegat di sini untuk diisi kontainer yang lain. Begitu seterusnya sampai di Sorong sehingga nggak nunggu-nunggu kapal bersandar sampai sekian hari. Itu nanti kaya omprengan, makanya semua harus tersistem," jelasnya.
Ini menyatukan Indonesia timur dan Pusat? "Iya benar kualitas dan standarnya harus sama semuanya karena dalam satu sistem. Kalau perlu merknya sama," ujar Presiden.
[rus]
BERITA TERKAIT: