Prananda adalah politikus PDI Perjuangan yang merupakan cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dan putra kedua Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
Prananda dalam kata pengantar buku tersebut mengatakan bahwa buku tersebut ia susun dengan tujuan agar seperti amanat Bung Karno, peristiwa Kebangkitan Nasional tidak dimaknai sebagai seremonial belaka. Ada penderitaaan, kesulitan, tantangan, rintangan dan pengorbanan panjang perintis dan pelopor kemerdekaan yang harus hidup agar rakyat dan bangsa Indonesia tetap memiliki kepribadian di atas singgasana kedaulatan dan kemerdekaan.
Ia menjelaskan, melalui buku sederhana yang ia susun, ia berharap agar cita-cita, mimpi, ide dan gagasan para perintis dan pelopor kemerdekaan terus menjadi roh dan jiwa, serta menjadi elan perjuangan bangsa.
Bagi Prananda, pidato-pidato Bung Karno di setiap tanggal 20 Mei menjadi penting dalam membangun kembali kesadaran sekaligus kepercayaan diri Indonesia.
"Pidato-pidato Bung Karno tersebut saya yakini akan memberikan sebuah kekuatan agar kita bersama mampu kembali bangkit, terus bangkit menyatukan segenap tenaga revolusioner rakyat, agar sungai-sungai yang kerontang kembali mengalir ke seluruh pelosok tanah air, mengalirkan semangat perjuangan bersama agar kita menjadi bangsa yang sejati-jatinya merdeka," pungkasnya.
Buku
Setialah Pada Sumbermu diterbitkan oleh Penerbit Naraprana, berisi 11 pidato Bung Karno bertema Kebangkitan Nasional dan sejarah Budi Utomo.
[rus]
BERITA TERKAIT: