"Alhamdulillah, kami dari WALI Care telah menunaikan amanah dari masyarakat Indonesia untuk membantu warga Gaza melalui kegiatan ini. Kami juga mendapatkan laporan dari Tim Relawan kami di Gaza Palestina bahwa Masyarakat yang datang berobat bukan hanya warga Jabalia saja, namun juga dari wilayah Bait Lahiya, Bait Hanun, Sijaiyah Gaza Timur, dan Gaza City,†ujar Apoy, Gitaris WALI Band sekaligus Ketua Umum WALI Care, dalam rilisnya kepada
Rakyat Merdeka Online.
Menurut Apoy, pengobatan masal warga Gaza diadakan Wali Care, bekerja sama dengan Gaza Medical Center dan didukung Radio Orang Indonesia di Gaza Palestina, Radio Suara Palestinaâ€. Sedangkan, fasilitas dan layanan kesehatan yang disediakan yaitu: USG gratis bagi ibu Hamil, dokter spesialis kulit, dokter umum, dokter anak, dokter tulang, dokter kandungan, dokter gigi dan panorama, dokter spesialis THT, dan pemberian obat gratis.
Pengobatan masal gratis telah membantu sedikitnya 900 (sembilan ratus) orang warga Gaza, Palestina yang datang berobat,†kata Apoy .
Sementara koordinator Wali Care di Gaza, Onim, menyatakan, semula pengobatan gratis akan dilaksanakan pada tanggal 5 Mei, namun baru terlaksana pada hari Senin, 10 Mei 2015.
"Sudah 8 tahun sudah wilayah Gaza masih diblokade oleh pihak Zionis Israel, semua lini semua arah diblokade, kondisi tersebut diperparah dengan penutupan pintu perlintasan Gaza dan Mesir: yaitu pintu Rafah. Hanya pintu perlintasan Karem Abo Saleem saja yang dibuka oleh pihak Zionis Israel, karena melalui pintu tersebutlah pihak Zionis Israel dengan leluasa memasok dagangan mereka ke wilayah Gaza. Kini bahan pokok yang di konsumsi oleh warga Gaza yaitu hasil pasokan pihak Zionis, karena memang tidak ada pilihan lainnya bagi warga Gaza," pungkas Onim.
Pasca Agresi Israel ke wilayah Gaza pada musim panas akhir tahun 2014, telah menewaskan lebih dari 2270 warga Gaza dan melukai lebih dari 11300 orang, sebagian besar korban adalah warga sipil, anak-anak dan wanita.
Menurut Juru Bicara Kementerian Gaza Palestina Asyraf Alqodri, hingga kini tidak sedikit dari para pasien korban perang yang masih di rawat di Rumah Sakit yang tersebar di Gaza khususnya Rumah Sakit Pemerintah yang terletak di Gaza City, yaitu Rumah SakitAssyifaâ€. Bahkan pihak medis di Rumah Sakit agak kewalahan dalam menangani para pasien khususnya para pasien yang mengalami luka parah, mereka harus dirujuk ke Rumah Sakit di Mesir, karena alat medis di Gaza masih terbatas.
"Sedikitnya 6000 ribu warga Gaza yang semestinya dirujuk ke Rumah Sakit di Mesir atau ke negara lain. Sayangnya hingga kini para pasien mengurungkan niat mereka untuk berobat ke Negara lain dikarenakan sudah 2 bulan ini pintu perlintasan Rafah belum dibuka, dan tidak jelas kapan akan di buka," katanya.
Sedangkan Tomy yang berposisi drummer menyatakan sejak tahun 2014, Wali Care telah aktif melakukan kegiatan sosial di Palestina khususnya Gaza dengan menyalurkan bantuan solidaritas dari masyarakat Indonesia yang diamanahkan kepada Wali Care.
"Penyaluran bantuan kepada masyarakat Gaza antara lain berbentuk santunan tunai, bantuan langsung kebutuhan sehari-hari, penyelenggaraan Taman Kanak-kanak, dan program-program sosial lainnya." katanya.
Tak lupa, Tomy mengajak masyarakat Indonesia membantu dengan mengirim donasi melalui nomor rekening atas nama: WALI CARE FOUNDATION 676-026-7676 (BCA) dan 7-666-555-567 (BSM).
[dzk]
BERITA TERKAIT: