Sejak wafat tahun 2009 silam, hingga kini bekas Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur belum mendapat gelar pahlawan nasional. Ziarah ke makam Gus Dur di kompleks Ponpes Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, kemarin Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menjanjikan pada November mendatang Gus Dur akan jadi pahlawan nasional.
Diungkapkan Khofifah, pengÂkajian gelar kepahlawanan Gus Dur sudah rampung dibahas Tim Pengkajian dan Penelitian Gelar Pahlawan Nasional Pusat (TP2GP).
"Kini tinggal menunggu kepuÂtusan Dewan Gelar Pahlawan Nasional yang diketuai Menko Polhukam. Setelah itu diputus Presiden Jokowi," kata Menteri Khofifah seusai menyerahkan bantuan rehabilitasi makam pahlawan nasional di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, kemarin.
Khofifah berjanji, Agustus mendatang pihaknya akan menÂgajukan gelar kepahlawanan Gus Dur ke Dewan Gelar Pahlawan Nasional. "Kalau itu sudah dipuÂtuskan oleh presiden biasanya dilaksanakan sebelum tanggal 10 November," ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Khofifah menyerahkan bantuan Kemensos untuk merehabilitasi Makam Pahlawan Nasional (MPN) senilai Rp 135 juta.
Bantuan tersebut diterima istri pengasuh Ponpes Tebu Ireng Farida. Dana tersebut nantinya digunakan untuk merehabilitasi MPN yang terletak di kompleks Ponpes Tebu Ireng. Di komÂpleks Ponpes Tebu Ireng selain ada makam Gus Dur, terdaÂpat 2 makam pahlawan nasional yakni, KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim. Keduanya merupakan kakek dan ayah beÂkas Presiden Gus Dur.
"Dari silaturahmi sebelumnya, kebetulan perlu ada renovasi makam pahlawan nasional di kompleks Ponpes Tebu Ireng Jombang," kata Khofifah kepada wartawan.
Sampai saat ini, lanjut Khofifah, di Indonesia tercatat 163 orang yang telah menyandang gelar pahlawan nasional. Dari jumlah itu, 23 di antaranya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta.
"Berarti yang 140 di TMP (taman makam pahlawan) yang tersebar di daerah-daerah, dan ada yang di MPN (makam pahlaÂwan nasional) seperti di Tebu Ireng ini. Semuanya mestinya mendapat perhatian pengelolaan dari Kemensos," ungkapnya.
Khofifah menambahkan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar mengadu ke Kemensos apabila ada MPNatau TMP di daerah yang kurang terawat.
Seusai menyerahkan bantuan, bekas anak buah Gus Dur di Kabinet Persatuan Nasional itu menyempatkan meletakkan batu pertama rehabilitasi MPN di kompleks makam keluarga Gus Dur.
Dari situ, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Gus Dur ini berziarah. Khofifah beserta rombongan menggelar tahlilan di pendopo tepat di depan kompleks makam keluarga Gus Dur. Saat tahlilan berlangsung Menteri Khofifah tampak menitikkan air mata. Setelahnya Menteri Khofifah menaburkan bunga ke makam Gus Dur, KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim. "Saya teringat wasiat Gus Dur kepada saya," ucapnya kepada salah seorang pengurus Ponpes Tebu Ireng.
Sementara itu, Direktur Kepahlawanan Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Kemensos Andik Hanindito mengatakan, selain Gus Dur, saat ini ada lima nama yang diajukan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Salah satunya adalah; Sarwo Edhie Wibowo, mertua bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga bekas Danjen Kopassus.
"Sarwo Edhie dari kami suÂdah oke, tinggal nunggu dewan gelar," sebutnya. ***
BERITA TERKAIT: