RUPIAH MELEMAH

Menteri Sofyan Djalil Tak Pantas Cuci Tangan dengan Mengkambingitamkan TKI!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 18 Maret 2015, 04:23 WIB
Menteri Sofyan Djalil Tak Pantas Cuci Tangan dengan Mengkambingitamkan TKI<i>!</i>
SOFYAN DJALIL/NET
rmol news logo . Karena ketidakpastian kebijakan-kebijakan pemerintah, maka nilai tukar rupiah atas dolar AS akan terus merosot. Melemahnya nilai tukar rupiah ini juga disebabkan karena situasi politik yang semakin tak terkendali sehingga membuat ketidaknyamanan iklim investasi.

"Maka kami tidak mempercayai Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang mengatakan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS hanya sementara. Menurut analisa kami rupiah akan terus merosot," kata mantan Sekjen Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Cokro Wibowo Sumarsono, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 18/3).

Menurut Cokro Wibowo, Menko Sofyan Djalil juga sangat tidak bijak ketika mengkambinghitamkan para TKI sebagai penyebab melemahnya rupiah. Pernyataan Sofyan Djalil tentang kecilnya uang kiriman TKI yang jadi sebab melemahnya rupiah harus dicabut.

"Tidak pantas seorang Menko cuci tangan atas kegagalannya menjaga stabilitas ekonomi dengan melemparkan kesalahan kepada para TKI yang seharusnya dilindungi," tegas Cokro.

Cokro mengingatkan, TKI sudah bekerja sekeras-kerasnya. Karena itu sangat tidak pantas dituding macam-macam.

"Kalau Menko Sofyan Djalil tidak mampu jaga stabilitas ekonomi sebaiknya diakui saja, ini lebih gentlemen," ungkap Cokro yang juga Pimpinan Padepokan Glugu Tinatar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA