Namun demikian, Dradjad, yang dalam Kongres IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Bali berada di barisan Hatta Rajasa, sama sekali tidak mengajak rekan lain yang satu kubu di kongres itu untuk sama-sama beristirahat.
Dradjad malah memastikan ia akan membantu meperjuangkan hak-hak rekan-rekannya bila ada yang dipecat atau di-Plt-kan karena pilihan politik dalam Kongres ke-IV PAN.
"Baik memperjuangkan melalui jalur politik, maupun hukum," ungkap Dradjad kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 6/3).
Menurut Dradjad, ia juga tidak menyarankan teman-teman lain untuk ikut beristirahat dari politik praktis. Sebab tentu saja situsi ia dengan teman-temannya itu pasti berbeda.
Rencana Dradjad untuk beristirahat dari politik praktis ini mengagetkan sementara pihak dan politisi lain. Bahkan, di publik, rencana Dradjad untuk istirahat ini dibaca dan ditafsirkan sebagai rencana untuk mundur dari PAN.
Di antara politisi yang kaget dengan niat Dradjad ini adalah politisi muda Golkar Misbakhun dan politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.
Misbakhun dan Eva menilai politik Indonesia akan rugi bila sosok Dradjad keluar dari gelanggang politik praktis. Mereka berdua menilai Dradjad sebagai sosok politisi bersih, berani, kredibel, profesional dan penuh dengan integritas.
Hal yang sama disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Mahfud merasa kaget dengan rencana Dradjad ini.
Kata Mahfud, secara pribadi ia kenal baik dengan Dradjad, yang merupakan politisi muda yang baik, jujur, sportif, dan bisa diharapkan. Masih kata Mahfud, perpolitikan Indonesia yang masih buram masih perlu kehadiran Dradjad untuk memperbanyak jumlah politisi-politisi yang bersih.
[ysa]
BERITA TERKAIT: