Kemnaker dan Kemendikbud Berbagi Tugas Hadapi MEA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 01 Maret 2015, 02:30 WIB
rmol news logo Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membagi tugas dalam peningkatan kompetensi SDM Indonesia. Hal ini guna menghadapi ASEAN Economic Community (AEC)/Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

"Tugas Kemendikbud adalah memastikan setiap orang yang berada pada usia sekolah bisa sekolah sampai selesai. Jika tidak selesai tarik lagi ke pendidikan formal sampai selesai, sedangkan tugas Kementerian Ketenagakerjaan adalah memberikan pelatihan kerja kepada  residu-residu dari pendidikan formal yang memasuki usia produktif tersebut," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat memberikan Keynote Speech Seminar Internasional "Tantangan Perguruan Tinggi Islam dalam Menghadapi MEA" di Salatiga, Jawa Tengah, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi (Sabtu, 28/2).

Kata dia, pemerintah akan terus mengupayakan kejelasan tugas ini sehingga dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Contohnya orang yang masuk SMP kemudian tidak lulus namun sudah usia kerja itu urusannya Kementerian Ketenagakerjaan dan akan diberikan pelatihan kerja, sehingga porsi kita dalam investasi SDM dan pengalolasian dana pendidikan 20 persen jelas," kata Hanif.

Sebagaimana diketahui, MEA akan mulai berlangsung pada tanggal 31 Desember 2015. MEA, lanjutnya, bisa menjadi berkah atau bencana bagi Indonesia.

"Berkah jika bisa mengakses semua jabatan pekerjaan namun bisa jadi bencana apabila pekerja kita tidak bisa bersaing pada saat arus global tenaga kerja Asing masuk," tandas Hanif. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA