Mulanya, muncul dua nama yang akan bertarung dalam Kongres, yaitu Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan. Hal yang membuat menarik Kongres bukan semata soal sosok Hatta dan Zulkifli, melainkan manuver dari Ketua MPP PAN, Amien Rais.
Amien Rais dinilai masih memiliki kharisma yang dinilai bisa menentukan siapa sosok yang pantas untuk duduk di kursi ketua umum. Manuver Amien Rais dimulai dengan mengatakan bahwa menurut kebiasaan, Ketua Umum PAN hanya dijabat satu periode saja. Tentu saja pernyataan Amien ini ditafsirkan banyak orang sebagai cara untuk men-skak Hatta Rajasa.
Manuver Amien Rais ini kemudian diterjemahkan menjadi wacana regenerasi. Dan tafsir tunggal regenerasi dalam Kongres kali ini tentu saja mendukung Zulkifli Hasan.
Ada yang percaya, siapapun akan sulit melawan Amien Rais, termasuk Hatta Rajasa. Amien, selain memiliki basis di Muhammadiyah, juga menjadi satu-satunya tokoh PAN yang paling dihormati oleh para pemilik suara. Manuver Amien diterjemahkan sebagai cara dan upaya untuk menjaga dan mengawal PAN dari keterpurukan dan kerusakan.
Mafhum mukhalafah-nya, atau logika kebalikannya, siapapun yang melawan Amien sama saja dengan merusak PAN.
Melihat dinamika ini, muncul spekulasi baru. Hatta Rajasa dikabarkan tidak akan berani melawan Amien secara langsung dan terbuka. Cara Hatta melawan Amien adalah justru dengan mengundurkan diri dari bursa ketua umum, dengan menyodorkan sosok lain yaitu Dradjad H Wibowo.
Dradjad H Wibowo, dalam Kongres ini beberapa kali terlihat dalam deklarasi dukungan kepada Hatta Rajasa. Perlu juga dicatat, Dradjad, yang merupakan ekonom senior ini dikenal sangat dekat dengan Amien Rais.
Bila kabar ini benar maka nampaknya Hatta Rajasa mau mengaburkan peta politik dan memperumit permainan. Hatta Rajasa akan merebut kursi MPP dari Amien Rais.
Di luar dugaan, Zulkifli Hasan juga melakukan manuver yang luar biasa. Zulkifli Hasan bertemu dengan Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum PAN Hasil Kongres ke-2 di Semarang, yang dinilai bersebrangan dengan Hatta Rajasa. Seakan menjawab manuver Hatta, Soetrisno pun memastikan siap duduk di kursi MPP menggantikan Amien Rais.
Mafhum di kalangan PAN, hubungan Amien Rais dan Soetrisno Bachir kurang baik sejak Kongres ke-3 PAN di Pekanbaru, yang menghasilkan kepemimpinan Hatta Rajasa.
Bila langkah Zulkifli Hasan ini berjalan mulus maka ada dua prestasi Zulkifli Hasan. Di satu sisi mampu menghubungkan kembali komunikasi Amien-Soetrisno, di saat yang sama semakin memperkuat posisi untuk menjadi ketua umum PAN.
Tentu saja peta politik serta komunikasi-hubungan ini akan terus dinamis hingga Kongres berakhir.
[ysa]
BERITA TERKAIT: