Karena itu, sejak awal, Ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) M Sukarno Hatta, mengajak remaja di Jakarta tak larut dalam hari yang disebut sebagai Hari Kasih Sayang itu. Dan akan lebih elok bila para remaja justru sibuk dengan kegiatan positif daripada merayakan valentine.
Di era globalisasi ini, lanjut Sukarno, sebaiknya anak muda bisa menyalurkaan kreatifitasnya dengan cara positif. Misalnya menuangkan kretifitasnya di dalam masjid.
"Saya yakin dengan sentuhan anak muda masjid akan lebih berwarna," katanya beberapa saat lalu (Minggu, 15/2).
Menurutnya, Valentine sebenarnya tidak pernah diajarkan dalam agama Islam. Bahkan ada hadits yang mengatakan barang siapa menyerupai kaum lain, maka dia termasuk kaum tersebut.
"Jadi tidak ada alasan kita merayakan Valentine," simpulnya.
Sukarno melanjutkan, pada Sabtu (14/2), RICMA bersama puluhan anak muda membedah soal larangan Valentine dalam sudut pandaang Islam. RICMA pun secara tegas menolak Valentine.
"Saya mengajak anak muda segera masuk masjid. Karena masjid adalah tempat kita bisa menuangkan kretifitas yang bermanfaat buat masyarakat," demikian Sukarno.
[ysa]