Terpilihnya Bahlil melengkapi ketua-ketua yang sebelumnya berasal dari wilayah barat dan tengah Indonesia. Seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Namun, belum pernah ada yang berasal dari Maluku atau Papua.
"Tentu ini merupakan wujud dari Bhineka Tunggal Ika, dari Sabang sampai Merauke. Izinkan saya, anak kampung dari Papua memimpin HIPMI,†ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (13/2).
Bahlil mengaku bangga karena dapat mewakili Indonesia Bagian Timur terpilih menjadi Ketua HIPMI. Apalagi dengan latar belakang seorang anak kuli dan tukang cuci, serta memulai usahanya dari nol dengan berjualan kue keliling, menjadi supir angkot, hingga akhirnya menjadi pengusaha yang sukses membangun ratusan infrastruktur di Papua dan Papua Barat.
"Saya sangat terharu dapat menjadi Ketua HIPMI padahal saya hanya seorang anak kuli dan tukang cuci serta memiliki latar belakang yang kurang beruntung," ujar pria yang kini menjadi CEO Rifa Capital itu.
Bahlil juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pencalonannya. Selain itu, terima kasih juga diberikan kepada dua kandidat lain, Andhika dan Bayu. Bahlil menyatakan bahwa mereka berdua merupakan kader yang sama-sama berjuang agar HIPMI menjadi lebih baik ke depannya.
Bahlil berjanji akan menjalankan program sesuai visi-misinya. Bahlil ingin HIPMI dapat berperan sebagai organisasi kader yang berorientasi entrepreneur dan berwawasan kebangsaan. Dia juga mengajak seluruh kader HIPMI agar dapat bersatu mewujudkan pemerataan pembangunan.
"HIPMI telah membuka jalan untuk menggapai cita-cita saya. Maka itu saya bertekad memberikan yang terbaik untuk HIPMI dan seluruh anggota," sambung pria yang sudah 10 tahun mengikuti kaderisasi di HIPMI itu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: