TRAGEDI CALON KAPOLRI

Jokowi Tak Boleh Terbawa Angin Opini Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 13 Februari 2015, 09:09 WIB
Jokowi Tak Boleh Terbawa Angin Opini Publik
jokowi/net
rmol news logo . Sebagai Presiden, Jokowi tidak boleh terombang-ambing permainan penggiringan opini publik. Dan pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri jelas menunjukkan bahwa Presiden itu tegas dan tegar sebagai pemimpin.

"Harus diingat bahwa Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia dan bukan presiden opini yang selalu melihat arah angin dari opini publik," kata Direktur Eksekutif Point Indonesia, Karel Susetyo, beberapa saat lalu (Jumat, 13/2).

Presiden Jokowi tak lagi memerlukan popularitas di hadapan rakyat. Imaji bahwa dengan Jokowi melantik BG sebagai kapolri, maka kemudian popularitas Jokowi hancur, menurut Karel sangat menyesatkan.

"Karena kita lihat bahwa dari 10 fraksi parlemen, hanya 1 fraksi saja yang tidak turut menyetujui pencalonan BG. Ini artinya dukungan rakyat terhadap keputusan Jokowi dalam pengangkatan BG sebagai kapolri, masihlah sangat tinggi," papar Karel.

Indikator ini juga sejalan dengan hasil survei dari beberapa lembaga yang kredibel, bahwa Jokowi masih didukung mayoritas responden.

"Sekarang yang dibutuhkan bukan popularitas, tapi konsistensi sikap terhadap apa yang sudah diputuskannya," pungkas Karel. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA