"Pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter dan unggul tersebut, salah satunya ditentukan oleh kecukupan gizi," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, saat menyampaikan arahan dalam acara Diseminasi Global Nutrition Report di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Senin (9/1).
Puan menjelaskan, masalah gizi di Indonesia disebabkan berbagai faktor. Selain faktor kemiskinan, hal lain yang menjadi penyebab gizi buruk adalah kesehatan, pangan, pendidikan, air bersih, keluarga berencana dan berbagai faktor terkait lainnya.
Oleh karena itu, kata Puan, seluruh kementerian dan lembaga negara akan dilibatkan untuk menuntaskan masalah gizi buruk di Indonesia. Menurutnya, tanpa adanya sinergi antarlembaga negara masalah gizi buruk tidak akan pernah selesai.
Puan menjelaskan, pemerintah dalam program percepatan perbaikan gizi bertekad menjamin pelayanan kesehatan ibu dan anak, mencegah pernikahan dini, dan membangun infrastruktur untuk pengadaan air bersih.
Selain itu, kata Puan, pemerintah akan menjamin program ketahanan pangan rumah tangga kelompok masyarakat kecil, pendidikan hidup sehat pada anak-anak usia sekolah dasar, dan sosialisasi mengenai sumber gizi yang murah.
Oleh karena, lanjut Puan, pemerintah telah menyiapkan target perbaikan gizi masyarakat. Sejumlah target itu, kata Puan, menurunnya angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, dari 359 menjadi 306 pada tahun 2019 dan menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup dari 32 menjadi 24 pada tahun 2019.
"juga menurunnya prevalensi kekurangan gizi pada anak balita dari 19,6 persen menjadi 17 persen pada tahun 2019. Target lainnya adalah menurunnya prevalensi stunting pada anak di bawah 2 tahun, dari 33 persen menjadi 28 persen pada tahun 2019," tutur Puan.
Semua target itu, masih kata Puan Puan, tidak akan bisa terwujud jika seluruh kementerian dan lembaga tidak bersungguh-sungguh dalam memberikan dukungan dan membangun komitmen bersama dalam melaksanakan gerakan percepatan perbaikan gizi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: