Salah satu cara untuk mengakhiri persoalan ini, ungkap Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama, adalah Presiden Joko Widodo harus segera melantik Budi Gunawan sebagaia Kapolri. Ini juga demi nama baik Presiden sendiri.
Haris juga mengkritik para pimpinan KPK yang seolah-olah kebal hukum. Padahal bila memang Abraham Samad cs tidak merasa bersalah, maka harus berani mempertanggungjawabkan segala tuduhan di depan hukum.
"Mereka bukan nabi atau malaikat yang tidak tersentuh hukum. Kami cinta KPK tapi kami tidak sudi dipimpin oleh orang-orang sok suci," tegas Haris beberapa saat lalu (Jumat, 6/2).
Haris pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Polri, karena Polri adalah garda terdepan bagi kemanan masyarakat.
"Mari sama-sama kita dukung Polisi, karena merekalah kemanan di negeri ini bisa terjaga. Save Polri bagi kami adalah harga mati," tandas Haris.
Untuk mendukung Polri, Kamis kemarin (5/2), Kamerad melakukan aksi dukungan. Sebab ia menilai ada upaya melemahkan Polri dari oknum-oknum yang mangatasnamakan anti korupsi.
Dalam aksi simpatik ini massa Kamerad membagi-baikan pin Save Polri kepada masyarakat.
"Kami turun ke HI dan Istana sebagai bentuk dukungan penuh kepada pihak kepolisian untuk bersama-sama melawan upaya pelemahan baik dari internal maupun dari eksternal," demikian Haris.
[ysa]
BERITA TERKAIT: