Dalam keterangan persnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo, menyatakan, temuan itu terkonfirmasi dari tim di lapangan.
Dalam media televisi digambarkan bahwa ada benda di bawah air dengan tulisan huruf "A" yang terbalik.
Soelistyo memastikan, benda yang ditemukan itu adalah ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang sejak Minggu 28 Desember 2014 lalu.
Dengan temuan ini, kotak hitam yang biasa terdapat di bagian ekor pesawat diharapkan akan lebih cepat ditemukan. Kotak hitam akan memperjelas musabab tragedi yang menewaskan 162 penumpang beserta kru pesawat itu.
Dalam wawancara dengan salah satu televisi swasta, Soelistyo mengatakan, pada pukul 05.00 WIB alat Side Scan Sonar yang berada di kapal pencari menemukan semacam metal.
Lalu pada pukul 08.00 WIB, kepastian itu diperkuat dengan multibeam echosounder.
Pada pukul 10.00 WIB ia mendapat kepastian bahwa benda metal itu bagian dari besar dari pesawat yang hilang.
Kemudian pada pukul 10.30 WIB, Soelistyo menetapkan kepastian bahwa benda itu adalah bagian dari ekor pesawat dengan angka-angka dan huruf yang ada di badan pesawat.
Meski gambar ekor yang berhasil difoto terlihat dalam keadaan terbalik, namun Soelistyo belum memastikan bahwa badan pesawat itu dalam keadaan terbalik di dasar laut.
[ald]
BERITA TERKAIT: