Demikian disampaikan anggota Tim Penyelamat Partai Golkar, Agun Gunandjar. Skenario ini, ungkap Agun, terlihat mulai ulai kegiatan forum konsultasi nasional di Bandung, Rapimnas di Yogya yang diawali juga dgn pertemuan satu hari sebelum Rapim di Bali.
"Berlanjut Munas Bali, yang dua hari sebelumnya DPD I kembali secara nasional koor dukung ARB di hotel Sultan, lalu pengambilan keputusan yang dipaksakan dalam setiap forum," kata Agun beberapa saat lalu (Selasa, 2/12).
Menurut Agun, bahwa itu semua terbukti adanya skenario jahat merampas kedaulatan partai yang ada di tangan anggota sebagaimana pasal 4 Anggaran Dasar, dan merampas kedaulatan pengurus DPP sebagai pelaksana tertinggi yang bersifat kolektif sbgmn pasal 19 Anggaran Dasar.
"Itu semua telah dirampok dengan menggunakan Nurdin Halid, Fredy Latumahina, yang sudah kita usulkan diganti dalam rapat pleno, tapi tetap dipaksakan," ujar mantan Ketua Komisi II DPR-RI ini.
Agun pun menghimbau kepada seluruh anggota dan kader Dolkar untuk tenang menghadapi dinamika partai, karena Presedium Tim Penyelamat yang sudah terbentuk pada rapat pleno DPP tanggal 25 Nopember yang lalu.
"Kami akan melaporkannya pada Kemenkumham sebagai buktiKejahatan skenario politik, yang melanggar AD/ART Partai," demikian Agun.
[ysa]
BERITA TERKAIT: