MUNAS GOLKAR

Warga Bali: Kalau Mau Ribut Jangan di Bali, di Luar Saja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 01 Desember 2014, 09:41 WIB
Warga Bali: Kalau Mau Ribut Jangan di Bali, di Luar Saja
ilustrasi/net
rmol news logo . Di tengah konflik internal, Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar jadi digelar di Bali mulai tanggal 30 November hingga 1 Desember 2014. Helatan akbar Golkar untuk mencari pemimpin baru ini diharapkan bisa berjalan tertib dan damai.

Setidaknya begitu harapan dari warga lokal Bali, Surata. Pria berusia 54 tahun yang berprofesi sebagai supir taksi Bali Taxi ini meminta semua pihak yang terlibat dalam Munas tidak berbuat rusuh di Bali.

"Kalau mau ribut ya jangan di Bali, di luar Bali saja, resikonya tinggi," harap Surata kepada RMOL dalam perjalanan menuju ke tempat Munas di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali (Senin, 1/12).

Warga asli Denpasar ini beralasan, Bali merupakan tempat liburan bagi para wisatawan. Sehingga kericuhan akan mengganggu pariwisata Bali dan mengakibatkan penghasilan warga lokal terganggu juga.

"Bali tempat berlibur bukan untuk ribut. Saya harap semua diperhitungkan buat masyarakat Bali," ujarnya.

Lebih lanjut, dia yakin Munas Bali ini tidak akan terjadi keributan karena iklim warga Bali memang tidak mendukung untuk ribut.

"Saya kira nggak mungkin, saya yakin nggak akan ribut," tandas Surata. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA