"Pernyataan kasih hati minta jantung itu sama saja ngajak berantem," jelas Ketua Fraksi PKB Helmi Faishal Zaini di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 13/11).
Sebelumnya Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon menjelaskan, Koalisi Merah Putih (KMP) sudah membuka diri untuk berdamai dengan KIH yang membentuk DPR tandingan. KMP legowo menyepakati kursi alat kelengkapan dewan (AKD) sebanyak 21 kursi melalui revisi UU MD3 untuk kubu KIH.
Namun, kesepakatan yang tinggal ditandatangani itu kembali menggantung setelah KIH mengajukan permintaan baru yaitu menghapus pasal mengenai Hak Menyatakan Pendapat (HMP) di dalam UU MD3. Pasal ini menurut kubu KIH berpotensi mengancam posisi Presiden Jokowi. "Istilahnya dikasih hati minta jantung," kata Wakil Ketua DPR RI ini.
Helmi, melanjutkan keterangannya, meminta semua untuk tidak memperuncing masalah dengan mengeluarkan statement-statement yang memperkeruh keadaan. Karena jika ada perdebatan dan perselisihan, harus diselesaikan dengan sistem musyawarah mufakat.
Tapi anehnya, mantan Menteri PDT ini balik menyindir KMP yang memborong semua pimpinan alat kelengkapan dewan. Kata dia, sikap itu bukan solusi dalam menyelesaikan masalah.
"Diperlukan adanya
understanding bukan
the winner takes all. Yang kita cari
win-win solution," tandas Helmi.
[zul]
BERITA TERKAIT: