
Pengosongan kolom agama dalam KTP bukan merupakan hal yang bermanfaat dan sama sekali tidak produktif. Pasalnya, masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan bangsa ini selain mengurusi kolom agama.
Begitu kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltim Ahmad Satria menanggapi isu pengosongan kolom agama oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Tidak perlu menyembunyikan identitas. Sebab negara sudah menjamin agama dan itu sebagai bukti kalau Indonesia bukan negara sekuler," ucap seperti dikutip
JPNN (Minggu, 9/11).
Menurutnya, identitas agama seseorang juga akan mempermudah dalam setiap urusan keseharian yang bersangkutan. Misalnya ketika ada yang meninggal sementara keluarganya tidak ada. Untuk mengurus jenazah bisa disesuaikan dengan agama yang tertera di KTP. Jika tidak, orang bisa saja memperlakukannya berbeda dengan keyakinannya.
"Itu contoh kecil saja dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pengisian kolom agama itu lebih dari sekadar keyakinan tetapi nilai sosialnya juga ada," tandasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: