Saat dihubungi, Maruarar, yang merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua Umum Taruna Merah Putih ini mengatakan ia tak hadir dalam rapat di DPR karena sedang berada di Singapura, untuk mendampingi sang ayah, Sabam Sirait. Sabam, dalam seminggu ini dirawat di Rumah Sakit Gleneagles Hospital and Medical Centre.
Ketika rapat paripurna DPR tandingan itu, Maruarar, yang dikenal sebagai salah seorang tokoh kunci kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 dengan menggerakan ratusan ribu relawan merah putih yang tersebar di Indonesia, baru selesai mendampingi Sabam saat operasi tulang belakang yang patah setelah terjatuh dari kamar mandi.
"Mohon doanya dari semuah pihak agar ayah saya diberi kesembuhan," kata Ara, demikian Maruarar disapa, kepada
RMOL, Jumat sore (31/10).
Ketika ditanya siapa saja orang yang sudah datang untuk membesuk Sabam, Ara mengatakan sudah ada dari beberapa kerabat, sahabat maupun anggota DPR. Ada juga dari beberapa kolega dari Jakarta dan dari Medan.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Kemanusiaan dan kebudayaan Puan Maharani sendiri sudah mengirimkan bunga untuk kesembuhan Sabam.
Sabam merupakan pendiri PDI, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan. Selama ini Sabam menjadi tauladan politisi dari generasi berikutnya karena keyakinan bahwa politik itu suci dan menjadi medium untuk mensejahterakan rakyat. Sabam pun sudah bukan lagi politisi biasa, namun merupakan negarawan yang pikiran, gagasan dan tindakannya ditunjukkan buat kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas.
Terkait rapat paripurna DPR tandingan, selain Maruarar, Pramono Anung juga tidak hadir. Pramono Anung didaulat untuk menjadi Ketua DPR ala tandingan namun menyiratkan tidak bersedia.
[ysa]
BERITA TERKAIT: