"Ranah Minang yang terkenal teguh memegang agama dan adat dengan semboyan Adaik basandi Syarak, Syarak basandi Kitabulllah kini tercoreng.
Arang Tacoreang di kening, kemana muka hendak dibuang," kata Sekretaris Umum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) Jakarta, Pedri Kasman, kepada
RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 14/10).
Pedri pun mengimbau para pemimpin di Sumbar agar bertindak cepat, tepat dan bijak dalam menyelesaikan kasus ini. Mereka juga harus memberikan informasi yang nenar dan akurat ke masyarakat.
"Kami harap tidak ada yang ditutup tupi dari kasus ini, kecuali untuk melindungi perkembangan kejiwaan anak-anak. Pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab harus dimintai tanggungjawabnya secara proporsional dan berkeadilan," tegas Pedri.
Pedri memanfanf kasus ini hanyalah salah satu yang kebetulan terungkap secara tak sengaja. Ini adalah letupan kecil puncak gunung es dari akumulasi persoalan pendidikan.
"Semoga masalah ini bisa selesai dengan bijak dan adil sesuai dengan kearifan pepatah Minang;
ibaraik mancauik rambuik dalam tapuang, rambuik dicabuik tapuang ndak baserak," demikian Pedri.
[ysa]
BERITA TERKAIT: