"Tentu saja selama saran dan kritik itu konstruktif buat kemajuan partai," kata Ketua DPP Golkar bidang Pemuda dan Olahraga, Ahmad Doli Kurnia, beberapa saat lalu (Minggu, 12/10).
Tentu saja juga, tegas Ahmad Doli, Golkar memberi kesempatan bagi generasi muda untuk berperan. Apalagi periode ini sdh memasuki tahun terakhir kepengurusan, dan tentu banyak catatan dan masukan untuk perbaikan yang harus disampaikan.
Tapi, tegas Doli, yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), saluran formal yang ada di dalam partai bagi kelompok muda adalah tetap AMPG.
"Membuat wacana dan masukan atas nama anak muda untuk partai boleh saja, tapi untuk menjadi sebuah kebijakan, tetap pada jalur formal, yaitu AMPG," ujar Ahmad Doli Kurnia.
Soal kebijakan Musyawarah Nasional (Munas), Doli menegaskan bahwa itu sudah final akan dilaksanakan pada tahun 2015. Semua level pengambil keputusan pun sudah menegaskannya, mulai DPP, sampai DPD Provinsi dan Kabupaten. Saat ini, tinggal menunggu Rapimnas, yang rencananya dilaksanakan pada November-Desember, untuk menetapkan bulan Munasnya.
"Jadi isu itu sudah tidak relevan lagi. Lebih baik kita semua sekarang menyusun semangat baru, gagasan baru serta strategi perjuangan baru untuk kebangkitan Golkar. Bukan bicara soal memecah belah partai," demikian Doli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: