Wajar Saja Bila Kenaikan Harga BBM Jadi Isu Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 12 Oktober 2014, 04:43 WIB
Wajar Saja Bila Kenaikan Harga BBM Jadi Isu Politik
ilustrasi/net
rmol news logo . Analis salah bila berpandangan nilai rupiah melemah atau anjlok gara-gara situasi politik di DPR. Nilai rupiah anjlok karena kembalinya dolar ke Amerika Serikat.

"Tapi ada spekulasi yang mengkhawatirkan Jokowi tidak bisa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) kalau dia tidak menguasai parlemen. Nah ini spekulasi yang salah karena di dalam Koalisi Merah Putih (KMP) beberapa tokoh setuju BBM dinaikkan. Tapi gak semuanya setuju," kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo, beberapa waktu lalu (Sabtu, 11/10).

Ke depan, lanjut Dradjad, itu akan sangat tergantung pada bagaimana kebijakan BBM-nya pemerintah Jokowi-JK. Kalau kebijakannya bagus, maka pasti akan didukung. Sebaliknya, kalau kebijakannya hanya menaikkan harga BBM tanpa memperhitungkan efeknya terhadap ketidakmerataan ekonomi, mungkin saja akan ditolak parlemen.

"Tapi bahwa isu BBM akan menjadi isu politik ya wajar. SBY 10 tahun merasakan itu kan. Namun bukan berarti isu ini akan berujung pada gejolak politik, penjegalan, gak ada ke arah itu," ungkap Dradjad.

Dradjad, yang juga ekonom senior ini mengingatkan, beberapa tokoh kunci KMP itu juga sangat tergantung pada bursa saham.

"Bang ARB kalau harga saham anjlok, Bakrie Brothers kasihan kan. Hary Tanoe juga rugi kalau harga saham anjlok. Hasyim rugi kalau harga saham anjlok. Beberapa di KMP itu kan juga bermain dalam pasar keuangan. Saya pribadi profesi saya juga di pasar keuangan. Kalau pasar keuangan ambruk, saya juga rugi.

Artinya, lanjut Dradjad lagi, rasionalitas di dalam pengambilan kebijakan itu akan muncul sehingga tidak ada perlu yang dikhawatirkan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA