Peringatan ini disampaikan Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa. Peringatan Lau Mara ini terkait dengan beredarnya surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) palsu, yang menyebutkan bahwa Setya terkait dengan dugaan penerimaan hadiah pada proyek PON Riau.
Lalu Mara pun mengingatkan, dinamika dalam setiap pemilihan, termasuk pemilihan Ketua DPR, memang hal wajar saja; ada yang setuju dan ada juga yang tidak. Namun perlu dicatat, bila keputusan sudah diambil maka semua pihak harus menerima dan menghormati keputusan tersebut.
"Sekarang saatnya kita mendukung sekaligus mengawasi kinerja Pak Setya Novanto dan kawan-kawan. Bukan malah melakukan provokasi dengan pembunuhan karakter seperti ini," tegas Lalu Mara kepada
RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 7/10).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sudah menjelaskan bahwa tidak benar ada surat perintah penyidikan di kasus korupsi PON Riau atas nama Setya Novanto. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menegaskan bahwa sprindik atas nama Setya yang beredar lewat email tersebut bukan sprindik yang biasa dikeluarkan oleh KPK.
Jurubicara KPK, Johan Budi juga membantah Sprindik tersebut. "Tidak benar, itu hoax," kata Johan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: