Di saat yang sama, Jokowi, yang merupakan alumni UGM, harus mewujudkan janji-janji kampanye, dan di masa mendatang pemerintahan Jokowi juga harus dapat mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, keterbatasan infrastruktur, tekanan terhadap neraca pembayaran, isu perubahan iklim.
Karena itulah, Kagama DKI Jakarta akan mengundang Jokowi dalam acara Syawalan dan Temu Kangen di Rafflesia Grand Ballroom, Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, hari ini (Jumat, 12/9). Temu kangen ini bertemakan Guyub Rukun Membangun Bangsa.
Menurut Ketua Umum Kagama DKI, Budi Karya Sumadi, Jokowi dijadwalkan akan menerima rekomendasi sumbangsih pemikiran dari hasil Rumusan Diskusi Panel Kagama DKI. Selanjutnya dalam wujud kepedulian, Jokoai akan menyampaikan pidato wawasan mengenai Trisakti yang merupakan andalannya.
"Temu Kangen sebenarnya acara silaturahmi rutin tahunan yang biasa kami gelar di siang hari di akhir pekan, namun kali ini berbeda karena pada siang harinya sebagai rangkaian acara Focus Group Discussion (FGD)," kata Ketua Panitia Penyelengara, Eko Budiwiyono, beberapa saat lalu (Jumat, 12/9).
"Reputasi Jokowi saat menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta yang sering turun ke bawah untuk mendengar kan dan menyelesaikan persoalan yang cukup rumit meneguhkan komitmen kuat Jokowi JK atas pembaharuan Indonesia ke depan," sambung Ketua Tim Pengarah FGD, Haryadi Himawan.
Dia juga menambahkan bahwa hal itu tentu dilandasi dengan peneguhan ideologi nasionalisme kebangsaan. Komitmen tersebut ditawarkan dalam visi Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.
[ysa]