Gatot Abdullah Ingatkan TKI Tak Hamburkan Duit di Luar Negeri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 08 September 2014, 16:16 WIB
Gatot Abdullah Ingatkan TKI Tak Hamburkan Duit di Luar Negeri
ilustrasi/net
rmol news logo . Tidak sedikit tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja ke luar negeri boros dan sering menghambur-hamburkan duitnya sehinga mereka terpaksa harus pulang-pergi bekerja ke luar negeri. Padahal seharusnya menjadi tenaga kerja di  luar negeri merupakan pekerjaan yang mulia dan merupakan kesempatan yang baik untuk mengumpulkan modal.

Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI, Gatot Abdullah Mansyur saat mewawancarai TKI asal NTB, Huda, melalui tele conference di kantor BP3TKI Mataram, Senen (8/9).

Kepada Kepala BNP2TKI, Huda menjelaskan bahwa dirinya berada di BP3TKI Mataram karena diajak perusahaan yang menempatkannya sebagai pekerja kebun ke Malaysia untuk periode ke dua kalinya. Keberangkatan kedua kalinya ini dimaksudkan untuk mencari modal untuk membuka usaha nantinya di kampung halamannya. Sebagai pekerja kebun, per bulan ia bisa mendapatkan 1400-1800 Ringgit Malaysia.

Kepala BNP2TKI menjelaskan, dengan bekerja di luar negeri para TKI memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan uang. Karena itu, uang yang didapat ini harus ditabung dengan sebaik-baiknya untuk keperluan membuka usaha nanti di tanah air.

 TKI yang berhasil, kata Gatot, adalah TKI yang setelah pulang ke tanah air bisa membuka usaha dan bukannya kembali lagi ke luar negeri untuk bekerja. Dengan membuka usaha, maka anda tidak saja bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga juga bisa membantu kerabat terdekat untuk bekerja bersama anda.

Selain berdialog dengan TKI, sebagaimana dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Senin, 8/9), Kepala BNP2TKI juga melakukan teleconference dengan Kepala BP3TKI Mataram, Syahrum. Pada kesempatan itu, Gatot mengharapkan agar Kepala BP3TKI Mataram memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada TKI dan stakeholder terkait lainnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA