Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusun, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 5/9).
Dalam hal Koalisi Merah Putih, Asep menilai itu sebagai simbolisasi dari perlawanan atas kemenangan pasangan Jokowi-JK. Simbol-simbol ini terus diwacanakan sehingga terkesan benar-benar nyata dan kuat.
"Padahal dari sisi realitas politik, tidak sekuat yang disimbolkan, tidak sekuat yang dibayangkan. Karena faktanya selalu ada kompromi dalam politik," ungkap Asep, yang juga gurubesar Hukum Tata Negara.
Asep memberi contoh dalam hal koalisi partai pendukung SBY-Boediono. Koalisi ini disombolkan dengan nama Setgab, namun relitas politiknya tetap tidak solid, karena memang ada pandangan, sikap, atau tujuan setiap partai politik yang berbeda dengan partai lain dari koalisi tersebut.
[ysa]
BERITA TERKAIT: