Saat petugas memeriksa toko tersebut, terdapat ratusan obat kuat khusus pria, seperti tablet, kapsul, jamu dan juga menyita obat daftar G serta pil KB.
Berdasarkan informasi, obat kuat yang disita ini ternyata merupakan obat yang diproduksi oleh industri rumah tangga, dan juga ditemukan setiap kapsul atau tablet dalam satu bungkus terdapat perbedaan homogenitas di setiap takaran.
Namun sayang, sebagaimana dilansir
JPNN (Sabtu, 30/8), operasi yang dilakukan sepertinya sudah tercium oleh para pemilik toko obat. Terbukti ada beberapa toko di kawasan Pasar Pelaihari lebih memilih tutup, sehingga hanya satu toko obat yang buka.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: