Posisi Aburizal sebagai Ketua Umum, merujuk pada rekomendasi Munas Golkar di Pekanbaru 2009, akan digantikan dengan kader lain dalam Munas 2015. Spekulasi, juga ekspetasi pun muncul. Siapa kira-kira yang akan menggantikan Aburizal, dan apakah kesetiaan Golkar pada Koalisi Merah Putih akan seperti ketika di bawah kepemimpinan Aburizal.
Sejauh ini sudah mencuat beberapa nama yang dimunculkan untuk menjadi ketua umum Golkar. Bahkan beberapa nama sudah menyatakan kesiapan. Namun, hingga saat ini, komitmen mereka untuk mempertahankan berada di luar pemerintahan bersama Koalisi Merah Putih masih diragukan.
Soal posisi berada di luar atau di dalam pemerintahan, memang menjadi persoalan yang bikin panas di dalam. Barisan yang mau berada di dalam pemerintahan, yang kemudian disebut kelompok pragmatis oleh pihak seberang, terus bermanuver, bahkan terus mengupayakan agar Munas digelar pada 2014 seiring dengan awal-awal pembentukan kabinet Jokowi-JK. JK, yang merupakan mantan Ketua Umum Golkar, merupakan alat untuk menjadi pembenar mengapa Golkar harus mengawal pemerintahan.
Sementara barisan yang mau berada di luar pemerintahan, juga tak kalah kuatnya. Bahkan, disebutkan, semua DPD I Golkar solid untuk menjadi kekuatan penyeimbang pemerintah. Lebih-lebih, mereka juga mau mencoba bukan bagian dari pemerintah, sebab selama pemerintahan SBY-Boediono juga sudah lelah dijadikan bemper kebijakan belaka.
Bila dikalkulasi, barisan yang mau berada di luar pemerintahan adalah barisan yang dominan, untuk tidak mengatakan hampir 99 persen. Bahkan di tingkat DPP pun, yang mau merapat ke pemerintahan bisa dihitung dengan jari. Sementara pihak yang selalu mengkritik barisan DPP, adalah orang-orang yang mayoritas tidak masuk dalam struktur partai serta tak memiliki suara dalam Munas.
Dengan kondisi seperti ini, cara mudah dan tepat untuk menjadi Ketua Umum Golkar adalah dengan mendukung kebijakan Aburizal Bakrie dan DPP Golkar saat ini, untuk tetap menjadi bagian dari Koalisi Merah Putih dan berada di luar pemerintahan. Bila ada sosok yang mau komitmen dengan langkah ini, dan ini yang kini dikabarkan sedang dinanti pemilik suara mayoritas, hampir bisa dipastikan akan menjadi jalan untuk memimpin Golkar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: