Selain itu, kata analis politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J.Vermonte, Tim Transisi juga penting karena bisa mengidentifikasi
bottle neck, atau kelambanan-kelambanan yang selama ini menghambat jalannya pembangunan.
Bottle neck itu bisa berupa disain organisasi kementerian atau aturan-aturan internal Lembaga Kepresidenan yang mempengaruhi jalannya Kabinet dan Pemerintahan.
Bottle neck itu juga bisa berupa tidak
smooth-nya transisi dari pemerintahan lama kepada pemerintahan baru, antara lain dalam pola-pola dan prioritas anggaran.
"Sehingga Tim Transisi bisa memfasilitasi proses transfer
governance dan pola
budgeting dari pemerintahan lama. Dengan kata lain dalam kaitan ini menjadi amat penting juga kooperasi pemerintahan lama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Philip beberapa waktu lalu (Senin, 25/8).
Dalam hal personalia kabinet dan jabatan-jabatan Negara lainnya, menurut Philips, sebetulnya bukan prioritas utama Tim Transisi. Karena tugas terpenting dari Tim Transisi adalah menyiapkan
framework administratif dan pola-pola koordinasi antara lembaga yg berada di bawah kekuasaan Presiden untuk memerintah lima tahun ke depan.
[ysa]