Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Sajak Bendera yang Tak Dikibarkan

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/adhie-m-massardi-5'>ADHIE M. MASSARDI</a>
OLEH: ADHIE M. MASSARDI
  • Minggu, 17 Agustus 2014, 21:08 WIB
Sajak Bendera yang Tak Dikibarkan
SETELAH dhuha meninggalkan fajar di beranda aku beranjak ke pucuk emas monas
melihat kerumunan orang di halaman istana
di bawah tenda pelindung langit yang mulai memanas

mereka seperti hendak menggelar upacara
mungkin peringatan proklamasi kemerdekaan
tapi tak ada yang dikibarkan di tiang bendera
bahkan talinya sudah lama ditanggalkan

kini aku teringat pada subuh yang gaduh itu
sebelum langit khatulistiwa berselimut mendung
dan ibu pertiwi mengaduh bersimbah darah
seseorang membawa bendera yang dicuri dari lagu anak-anak

sejak itu bendera merah putih, bendera bangsaku
tak pernah lagi berkibar di langit yang biru
keberanian dan kesucian tenggelam dalam ingatan
lalu perlambang apa bendera yang kini bertebaran?

tapi dari pucuk emas monas
aku menyaksikan kerumunan orang di halaman istana
mengitari tiang telanjang tanpa bendera
dan tak ada yang cemas
17:08:14

Judul asli puisi ini adalah “Bendera Tak Dikibarkan di Hari Peringatan Proklamasi Kemerdekaan”. Dibacakan pertama kali oleh penulisnya pada malam peringatan proklamasi kemerdekaan yang diselenggarakan pada 17 Agustus 2014 oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jl Proklamasi, Jakarta Pusat.
EDITOR:

< SEBELUMNYA

Brigadir

ARTIKEL LAINNYA