"Dengan 80 anggota pokja (kelompok kerja) dari berbagai bidang, Jokowi-JK tidak main-main dengan mandat lima tahun ke depan," jelas pengamat politik Andar Nubowo kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 8/8).
Menurutnya, Tim Transisi itu juga mencerminkan Jokowi-JK melihat masa depan, tidak lagi memikirkan "masa lalu". Hal ini berbeda dengan kubu Prabowo-Hatta yang masih berkutat pada sengketa Pemilu di MK.
"Tim Transisi menjadi pembeda kuat antara Jokowi-JK yang siap bekerja dan Prabowo-Hatta yang tidak legawa dengan fakta dan realita," ungkap Direktur Indo Strategi ini.
Makanya, Tim Transisi harus segera bekerja merumuskan langkah-langkah konkret terkait susunan kabinet, program kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang, sebagai terjemahan dari visi misi dan janji-janji kampanye.
"Yang paling urgen, Tim Transisi tampaknya berperan vital dalam membantu Jokowi untuk menyeleksi figur calon menteri yang efektif. Menyaring nama-nama yang dianggap tepat membangun zaken kabinet," beber dosen UIN Jakarta ini.
Rakyat, katanya menambahkan, tentu berharap, kabinet Jokowi diisi oleh menteri-menteri yang bekerja, profesional, kompeten, dan paham lika-liku politik dan postur birokrasi dan anggaran.
"Harapannya, zaken kabinet yang dipilih Jokowi terdiri dari 60-70 persen figur-figur profesional. Selebihnya, untuk pos pos tertentu bisa dipilih dari politisi," demikian tokoh muda jebolan Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Paris Perancis ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: