"Wajar misalnya bila PKB tersinggung karena tidak dilibatkan. Wajar juga bila Hanura mempertanyakan proses pembentukannya," kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 7/8).
Pernyataan Asep ini terkait dengan Tim Transisi Jokowi. Tim Transisi ini terdiri dari tiga orang dari profesional yaitu Rini Mariani Soemarno, Andi Widjajanto, Anis Baswedan dan dua orang partai politik yakni, Hasto Kristiyanto (PDI Perjuangan) dan Akbar Faisal (Nasdem).
"Ini bisa dikatakan diskriminasi, dan memicu perpacahan," ungkap Asep, yang juga Gurubesar Hukum Tata Negara.
Aseep bahkan melihat Tim Transisi ini sebagai bentuk artikulasi politik Megawati yang masih mau mendominasi kekuasaan. Bagaimanapun Rini adalah orang yang sangat dekat dengan Megawati.
[ysa]
BERITA TERKAIT: