Dalam sidang itu Prabowo mengatakan bahwa proses pilpres lalu bisa jadi sama buruknya dengan yang terjadi di negara totaliter, fasis atau komunis.
"Saya merasa miris. Menurut hemat saya, persoalan pemilu dengan segala masalahnya bisa saja terjadi di era demokrasi seperti sekerang ini. Tapi tentu ada solusinya, yaitu melalui MK sebagai lembaga hukum yang sah di Republik Indonesia," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).
Semua pihak, TB Hasanuddin mengingatkan, harus saling menghormati proses hukum itu. Dan rakyat Indonesia, siapa pun di dalamnya, harus menghormati dan tunduk pada keputusan MK nanti.
TB Hasanuddin juga mengingatkan, NKRI dibangun, direbut dan diperjuangkan oleh para pahlawan dengan darah dan nyawa mereka. Saat ini, semua rakyat Indonesia juga sedang berjuang untuk mempertahakan dan mengisi kemerdekaan itu. Termasuk di dalamnya, pasti Prabowo juga ikut andil dalam mempertahankan NKRI, pun demikian dengan Presiden SBY yang dalam 10 tahun terakhir ini juga ikut memeprtahanakan NKRI dan mengisi kemerdekaan.
"Sangat menyakitkan NKRI disebut negara totalitar, fasis dan komunis, bahkan disebut lebih jelek dari Korea Utara. Ingat, KPU itu produk rakyat Indonesia, produk kita bersama, bukan produk fasis dan komunis," tegas TB Hasanuddin, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR.
Terakhir TB Hasanuddin mengajak semua pihak untuk menggunakan kearifan dan keikhlasan, serta jiwa kenegarawanan. Sebab pada hakikatnya kekuasan itu akan lebih penting bila digunakan demi kepentingan rakyat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: