"Ini politik lempar batu sembunyi tangan, juga menunjukkan sikap yang tidak siap menerima kekalahan," kata Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Selasa, 15/7).
Justru, ungkap Hasto, apa yang coba dilakukan Hashim saat berkunjung ke Papua pasca pilpres merupakan sikap yang berlawanan dengan apa yang disampaikannya terkait tuduhan sepihak kepada Jokowi. Hasto juga menilai sebaiknya tokoh seperti Hashim ini bicara dengan data dan menggunakan mekanisme hukum yang tersedia.
"Itu tindakan yang paling
fair bagi seorang pemimpin. Termasuk bagaimana Hashim menjelaskan laporan dana kampanye yang diduga selain tidak realistis, juga kurang transparan," kata dia.
Hasto melanjutkan bahwa Hashim harus paham bahwa selama ini justru Jokowi lah yang menjadi korban dari berbagai serangan hitam. Diduga proyek serangan hitam ke Jokowi telah menghabiskan puluhan miliar rupiah dan rakyat tetap mencintai Jokowi.
Lebih jauh, Hasto menilai sebaiknya semua pihak mengawasi proses rekapitulasi perhitungan suara, dimana rakyat dan relawan ikut mengawasi dan menjadikan rekapitulasi sebagai proses transparan dan menjunjung tinggi akuntabilitas. Menurutnya, sikap demikian adalah sikap yang lebih terpuji daripada mengobarkan tuduhan curang.
"Kami sudah paham lah, dimana Jokowi menang, di situ dituduh curang. Sementara apa yang terjadi di Jawa Barat, Hashim diam seribu bahasa. Jangan bodohi rakyat yang dengan tulus telah memberikan suaranya kepada Jokowi. Pernyataan Hashim sama saja menuduh rakyat curang," tegasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: