"Hari ini kita ingin tunjukkan di parlemen dan partai politik, bahwa seluruh komponen masyarakat mengawasi jalannya pilpres," kata Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama, beberapa saat lalu (Selasa, 15/7).
Siang tadi, Haris dan mahasiswa Kamerad, untuk menyampaikan aspirasi dan kekecewaan atas rencana ini di Gedung DPR RI. Dalam aksi itu, Haris mengatakan bahwa
quick count RRI merupakan bentuk kepedulian dan tanggungjawab terhadap proses demokrasi di Indonesia. Apalagi proses
quick count atau hitung cepat yang dilakukan juga dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada.
"Kita juga menduga Ramadhan Pohan (Wakil Ketua Komisi I) yang bermain di situ. quick count RRI memenangkan Jokowi-JK, panggilan itu berkaitan dengan itu," jelas Haris.
Tidak hanya itu, katanya, kehadiran Tantowi Yahya dalam pemanggilan RRI patut juga dicurigai merupakan bentuk intervensi atau intimidasi bagi RRI.
"Kehadiran Tantowi yang mengatakan pemanggilan tidak ada sangkut pilpres ini jelas mencurigakan," ujar Haris.
BERITA TERKAIT: