IT KPU Harus Dijaga dari Gerakan Hitam yang Mau Cederai Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 15 Juli 2014, 15:28 WIB
IT KPU Harus Dijaga dari Gerakan Hitam yang Mau Cederai Demokrasi
ilustrasi/net
rmol news logo . Setelah berbagai upaya operasi khusus dan serangan hitam gagal dilakukan, publik harus bersiap-siap melihat atraksi perang di dunia maya. Karena itu sistem IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) dipastikan akan menjadi muara pertempuran antara suara rakyat dan pihak-pihak yang mewakili suara kekuasaan.

Demikian disampaikan Koordinator Media Sosial Jokowi-JK, R Sumaryo. Menurut Sumaro, KPU merupakan satu-satunya institusi yang memiliki legalitas untuk melakukan rekapitulasi. Dari Gedung KPU, publik menanti apakah suara rakyat yang berdaulat akan sungguh-sungguh bergema atau tidak.

"IT KPU tidak hanya menjadi suara rakyat yang berdaulat. Namun IT KPU menjadi alat penopang demokrasi. Dalam situasi inilah, para patriot IT akan menunjukkan idealisme dan netralitasnya terhadap kebenaran suara hati nurani rakyat," kata Sumaryo beberapa saat lalu (Selasa, 15/7).

Sebagaimana gerakan relawan yang telah menggelorakan semangat tegaknya suara hati nurani rakyat, Sumaryo juga percaya bahwa para pendekar dunia maya pun akan hadir melindungi berbagai bentuk serangan yang akan mencederai demokrasi dan mendustakan suara hati nurani rakyat.

"Komunitas hackers, baik yang ada di dalam dan luar negeri, yang selama ini selalu menjaga independensi, kami yakini akan turut mendukung KPU dan menjaga IT KPU dari gerakan hitam yang ingin mencederai demokrasi, memanipulasi suara rakyat serta menjadikan pemilu sebagai sesuatu yang mencelakakan bujan menyejahterakan," katanya.

Tim Kampanye Jokowi-JK percaya, para hackers yang bisa dibeli atau tidak punya nurani, akan menelan ludahnya sendiri. Patut dicatat, ketika arus balik gerakan rakyat mampu menjebol pertahanan pihak yang menghalalkan segala cara, maka kemenangan Jokowi-JK pun akan menjadi ukiran prestasi gerakan rakyat, tanpa sedikitpun upeti.

"Inilah nilai moral atau revolusi mental perjuangan Jokowi, gerakan kesadaran rakyat tanpa upeti," demikian Sumaryo. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA