Bara ini kian panas setelah pemilihan legislatif dan pemilihan presiden (pilpres). Kegagalan Aburizal Bakrie untuk memenangkan pemilihan legislatif yang lalu muncul lagi sebagai bahan bakar perseteruan. Kegagalan itu membuat Golkar untuk pertama kalinya dalam sejarah politik Indonesia tidak bisa mengusung calon presiden sendiri.
Bahan bakar lain adalah keputusan Aburizal mendukung Prabowo Subianto. Keputusan ini dinilai sebagai kekeliruan besar. Apalagi banyak politisi Golkar yang mendukung Joko Widodo merasa yakin bahwa Pilpres 2014 akan dimenangkan Jokowi.
Maka tak heran, pilpres kali ini menyisakan persoalan di internal Golkar. Manuver demi manuver dilancarkan untuk menggoyang kepemipinan Aburizal Bakrie. Bahkan manuver itu dilakukan oleh para tokoh senior Golkar.
Di antara tokoh senior Golkar itu misalnya Suhardiman, Ginandjar Kartasasmita, Fahmi Idris, Andi Matalatta, dan Zainal Bintang. Bahkan, menurut rencana para tokoh Golkar ini akan menggelar pertemuan untuk meminta pertanggungjawaban Aburizal.
Di luar itu, mereka juga akan minta agar Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dipercepat menjadi Oktober 2014. Menurut amanat Munas Golkar 2009, Munas berikutnya seharusnya baru digelar pada 2015.
Dengan kondisi ini, ada sementara kalangan yang menilai sudah selayaknya Aburizal Bakrie fokus dulu mengkondisikan kembali keadaan Golkar. Persoalan ini lebih penting misalnya daripada terus menerus tampil bersama Prabowo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: