Kekuatan Hati Rakyat yang Muak dengan Korupsi Jadi Energi Penggerak Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 02 Juli 2014, 20:54 WIB
Kekuatan Hati Rakyat yang Muak dengan Korupsi Jadi Energi Penggerak Jokowi
jokowi/net
rmol news logo . Dalam menentukan pilihan, publik pasti menjadikan kasus-kasus korupsi sebagai preferensi. Sehingga dipastikan, capres yang dipilih adalah sosok yang terbebas dari koalisi yang rawan tersandera dengan kasus-kasus korupsi.

Demikian disampaikan Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto. Pernyataan Hasto ini didasari dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa 78 persen responden ingat terhadap kasus korupsi besar di negeri ini. Kuatnya memori rakyat tersebut tidak lain karena korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan.

"Jika korupsi diberantas, maka setiap desa bisa menerima dana kebih dari Rp 1,4 miliar. Bahkan pendapatan gaji TNI, POLRI, dan PNS bisa naik dua kali lipat," kata Hasto beberapa saat lalu (Rabu, 2/7).

Menurut Hasto, cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan aparat pemerintah secara simultan bisa diwujudkan dengan pemimpin yang sederhana, berpengalaman, tegas dalam prinsip, dan tidak punya beban masa lalu. Dan dalam hal ini, Jokowi sebagai pemimpin yang tidak memiliki beban, serta berbeda dengan Prabowo-Hatta yang kini bagaikan memimpin kapal besar yang penuh dengan gerbong persoalan masalah korupsi.

Bahkan, lanjut Hasto, belakangan ini Partai Demokrat yang punya kesempatan emas untuk membersihkan citranya dari masalah korupsi yang menimpa begitu massif ikut lenyap dengan bergabung ke poros koalisi kapal besar tersebut. Sebab ada dugaan bahwa penyelamatan kasus Century dan Hambalang menjadi motif utama sikap politiknya.

Dengan dinamika itu, kata dia, sangatlah tepat bahwa kapal rakyat pimpinan Jokowi yang dengan penuh keyakinan kini berlomba mencapai tujuan. Bagi Jokowi-JK, kekuatan hati rakyat yang begitu muak dengan korupsi adalah energi penggerak bagi kapal Jokowi.

"Layar pun terkembang dalam kesederhanaan dengan tali dan bentangan layar lebar menuju Indonesia yang lebih sejahtera, berdaulat dan mandiri," demikian Hasto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA