Kubu Jokowi Sebut Obor Rakyat Upaya Fitnah yang Sistematis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 26 Juni 2014, 03:14 WIB
Kubu Jokowi Sebut <i>Obor Rakyat</i> Upaya Fitnah yang Sistematis
hasto kristiyanto/net
rmol news logo . Tabloid Obor Rakyat dinilai telah menampar posisi pers sebagai pilar demokrasi. Karena dengan berdalih kebebasan pers, Obor Rakyat diciptakan dan diedarkan semata untuk menyerang dan memfitnah Jokowi.

"Ini jelas tamparan bagi dunia pers. Dewan Pers sudah tegas mengatakan ini bukan produk jurnalistik. Ini murni upaya politik fitnah yang by design dan sistematis. Tetapi mereka berdalih dengan kebebasan pers," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa waktu lalu (Rabu, 25/6).

Menurut Hasto, Pemred Obor Rakyat, Setiyardi seharusnya paham bahwa kebebasan pers dibatasi oleh seperangkat nilai, norma, dan hukum yang mengabdi pada kepentingan umum. Kebebasan pers sejatinya mengabdi pada kebenaran dan keadilan, sebagai syarat penting agar pers bisa bersuara lantang sebagai corong demokrasi.

Sebagai pilar demokrasi, lanjut Hasto, pers juga seharusnya tidak boleh tunduk pada tekanan sekuat apapun. Sebaliknya, pers juga tidak boleh dijadikan sebagai alat pemukul hanya karena nafsu kekuasaan.

"Jangan seperti dilakukan oleh Obor Rakyat dengan mengatasnamakan kebebasan pers, meskipun oleh Dewan Pers secara tegas dikatakan itu bukan produk jurnalistik," tegasnya.

Apapun yang terjadi, lanjut Hasto, demokrasi harus diselamatkan. Segala hujatan melalui Obor Rakyat harus diperangi, serta hukum harus ditegakkan dan rekam jejak calon pemimpin harus ditonjolkan.

"Hal itu penting agar demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah, tidak jatuh kembali ke wajah yang otoriter dan menakutkan bagi rakyatnya sendiri," ujarnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA