Bagi Jokowi Politik Itu Adalah Pemberdayaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 24 Juni 2014, 02:58 WIB
Bagi Jokowi Politik Itu Adalah Pemberdayaan
jokowi/net
rmol news logo . Jokowi mampu menggerakkan jutaan relawan karena kepribadian dan karakternya yang merakyat sebagaimana terlihat dalam gerak jalan Revolusi Mental pada Minggu lalu (22/3), yang dihadiri ratusan ribu orang tanpa mobilisasi.

"Mereka mendendangkan salam dua jari sambil berjoget riang karena itulah cerminan mata hati. Bagi Jokowi politik adalah pemberdayaan bukan mobilisasi," kata Jurubicara Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah, beberapa waktu lalu (Senin, 23/6).

Hal lain yang membuat rakyat terpikat, ungkap Poempida, karena Jokowi sangat tegas ketika kepentingan rakyat terganggu oleh berbagai bentuk ketidakadilan. Di saat yang sama puluhan ribuan relawan yang menyatu bersama partai dan rakyat di Monas itu merupakan cermin kegembiraan politik sebagaimana sering disampaikan Jokowi.

Hal tersebut, lanjut Poempida, berbeda dengan pengakuan Taufik Ketua DPD Gerindra DKI yang menunjukkan bahwa dia harus mengeluarkan dana lebih dari Rp 1 miliar untuk massa di Gelora Bung Karno pada hari yang sama.

"Kata Taufik, mobilisasi yang harus dilakukan agar tidak mengecewakan Pak Prabowo. Itulah yang terjadi di GBK, keluhan di tengah ketidakrelaan memobilisasi massa bayaran," ungkap Poempida.

Poempida pun mengajak, bagi mereka yang ingin mewujudkan pilpres sebagai kegembiraan politik, bergabunglah ke kubu Jokowi. Termasuk dari Gerindra sekalipun. "Mereka bisa bergabung tanpa harus keluarkan dana mobilisasi hanya untuk menyenangkan pemimpinnya," ujarnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA