"Para pelaku usaha di Indonesia tidak lagi meragukan komitmen Jokowi-JK. Di tangan Jokowi-JK dengan pengalaman yang luas, konsolidasi perekonomian nasional untuk mendorong peningkatan daya produksi rakyat akan lebih diprioritaskan," kata Jurubicara Tim Kampanye Pemenangan Nasional Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (sabtu, 21/6).
Menurut Hasto, orientasi Jokowi-JK yang memiliki pengalaman panjang di Kadin sangat jelas. Yaitu bagaimana Kadin diperkuat sehingga perannya semakin penting sebagai mitra pemerintah dan dunia usaha di dalam mendorong kebangkitan perekonomian Indonesia.
"Gagasan yang membumi untuk membuka lahan pertanian untuk rakyat, yang diawali dengan membangun infrastruktur pertanian terlebih dahulu telah mematahkan proyek ambisius Prabowo yang hanya mengedepankan tujuan akhir namun lupa bagaimana strategi implementasinya," kata Hasto.
Hasto mengatakan, pasangan Jokowi-JK sangat memahami dan menginginkan kerjasama yang jauh lebih strategis dengan para pelaku usaha, terutama dengan Kadin. Itu mengapa, lanjut Hasto, penandatanganan nota kesepahaman (Mou) dengan Kadin bukanlah hal yang utama.
"MoU hanya perlu bagi pemimpin yang belum memahami Kadin dan memiliki rekam jejak yang kurang baik di bidang perekonomian, sehingga MoU antara Jokowi-JK dengan Kadin tidak diperlukan lagi. MoU justru bentuk keraguan kredibilitas pemimpin," ujar Hasto.
Hasto memahami alasan pasangan Prabowo-Hatta meneken MoU Kadin. Sebab selama ini pelaku usaha di Tanah Air sulit maju karena lambatnya pembangunan infrastruktur dan rantai perijinan yang berbelit serta iklim usaha yang tidak kunjung kompetitif saat menteri perekonomian dijabat Hatta Rajasa.
[ysa]
BERITA TERKAIT: