Di Rumah Kreatif Fadli Zon, pada Jumat tadi malam (7/6) memang digelar tahlil dan doa bersama mengenang 40 hari wafatnya Idris Sardi. Idris Sardi, yang lahir di Batavia, atau Jakarta sekarang, pada 7 Juni 1938 itu meninggal pada 28 April lalu.
Selain menggelar doa bersama, kata founder Rumah Kreatif Fadli Zon, Fadli Zon, beberapa saat lalu (Sabtu, 7/6), tadi malam juga diadakan konser mengenang Sang Maestro. Tampil dalam konser ini dr Ajeng (puteri Idris Sardi), Ezar (cucu Idris Sardi), Habibi dan Fakhri (anak didik Idris Sardi).
Shafa Sabila Fadli, puteri Fadli Zon, tampil pertama membuka konser dengan membawakan dua lagu, diantaranya
Gone too Soon dari Michael Jackson. Lagu ini didedikasikan Shafa untuk mendiang Idris Sardi.
Selanjutnya tampil Ajeng dan Ezar. Duet Ibu dan anak ini tampil memukau dengan membawakan
Ave Maria. Ajeng kemudian mengiringi Habibi membawakan Meditation. Habibi juga tampil solo membawakan
Bunga Anggrek. Setelah itu, Fakhri tampil solo membawakan
Czardas dan medley
Indonesia Pusaka, Tanah Airku. Persembahan anak, cucu, dan murid mendiang Idris Sardi ditutup dengan duet maut Habibi dan Fakhri membawakan
Let it Bee.Acara juga diisi peresmian Aula Idris Sardi di Rumah Kreatif Fadli Zon. Dan dalam kesempatan ini, Ezar, Habibi, dan Fakhri yang masih sangat muda, bertekad melanjutkan jejak Idris Sardi di musik.
Fadli Zon memiliki kedekatan khusus dengan Idris Sardi. Fadli Zon, yang dikenal sebagai budayawan ini sudah menulis buku tentang pria kelahiran pada 7 Juni 1938 itu. Buku itu berjudul
Idris Sardi; Perjalanan Maestro Biola Indonesia.Pada 7 Juni tahun lalu, tepat ketika usia Idris Sardi 75 tahun, perayaan ulang tahun Sardi, digelar di Fadli Zon Library Jakarta. Perayaaan ulang tahun ayah dari aktor Lukman Sardi ini digelar bersamaan dengan peluncuran kumpulan puisi Fadli Zon. Kumpulan puisi yang diberi judul
Dreams I Keep itu adalah karya Fadli sejak tahun 1983-1991, yang tersebar di berbagai media.
Bagi Fadli Zon, saat itu, momentum ulang tahun dan peluncuruan bukunya ini begitu mengesankan. Apalagi Fadli bisa menyanyikan sejumlah lagu, dengan diringi permainan biola Idris.
Di antara lagu yang dinyanyikan Fadli Zon saat itu, yang ternyata ulang tahun Idris Sardi yang terakhir, adalah lagu Rusia,
Katyusha. Lagu yang liriknya dibuat oleh M. Isakovsky pada tahun 1938 ini mengisahkan seorang perempuan yang merindukan kekasihnya, yang ikut bertempur dalam Perang Dunia II.
Lagu lain yang juga dinyanyikan Fadli Zon dengan diiringi biola Idris adalah
Il sole mio. Lagu berbahasa Italia, yang bahasa napolinya adalah
O Sole Mio merupakan lagu percintaan, tepatnya pujian dan kerinduan sang kekasih.
[ysa]
BERITA TERKAIT: